Pages

Kamis, 17 Mei 2012

Desain Busana

Busana dan pelengkap (milineris dan asesoris) yang kita pakai setiap hari dibuat tidak asal jadi, tetapi berdasarkan pola atau rancangan tetentu yang disebut dengan desain. Semakin maju tingkat kehidupan masyarakat, semakin banyak memerlukan peran desain, semakin tinggi selera masyarakat semakin tinggi pula tuntutan kecermatan desainnya.
Batik Tulis B24 Katun SuperHal ini disebab karena dalam berbusana manusia selalu menuntut dua nilai sekaligus yaitu nilai jasmaniah berupa enak dan nyaman dipakai, dan nilai rohaniah berupa keindahan dan keanggunan.
Desain busana merupakan pengetahuan dasar bagi seorang calon desainer. Pada desain busana ini akan di jelaskan tentang pengertian desain busana, jenis-jenis desain, unsur-unsur desain, prinsip-prinsip desain, alat dan bahan yang dibutuhkan untuk mendesain, desain anatomi tubuh, teknik menggambar bagian-bagian busana dan teknik pewarnaan dan penyelesaian desain.
Sebuah desain tidak mungkin tercipta tanpa ada unsur-unsur pembentuknya, dan tidak akan indah atau menarik dilihat tanpa mempertimbangkan prinsip-prinsip desain. Apa saja yang tergolong pada unsur dan prinsip desain ini akan dibahas secara mendalam pada Bab ini.
Dengan pengetahuan tentang desain ini, diharapkan seorang calon desainer dapat membuat desain busana dengan baik dan benar.
Desain tidak hanya sekedar gambar saja tetapi dengan desain seseorang dapat membuat pakaian mulai dari mengambil ukuran, membuat pola, pecah pola, menggunting sampai menjahit pakaian dengan kata lain desain merupakan pedoman seseorang dalam mewujudkan pakaian ke bentuk sebenarnya. Jadi jelaslah bahwa desain memegang peranan penting dalam pembuatan suatu pakaian.

A. Pengertian Desain
Desain berasal dari Bahasa Inggris (design) yang berarti “rancangan, rencana atau reka rupa”. Dari kata design muncullah kata desain yang berarti mencipta, memikir atau merancang. Dilihat dari kata benda, “desain” dapat diartikan sebagai rancangan yang merupakan susunan dari garis, bentuk, ukuran, warna, tekstur dan value dari suatu benda yang dibuat berdasarkan prinsip-prinsip desain. Selanjutnya dilihat dari kata kerja, desain dapat diartikan sebagai proses perencanaan bentuk dengan tujuan supaya benda yang dirancang mempunyai fungsi atau berguna serta mempunyai nilai keindahan.
Desain merupakan pola rancangan yang menjadi dasar pembuatan suatu benda seperti busana. Desain dihasilkan melalui pemikiran, pertimbangan, perhitungan, cita, rasa, seni serta kegemaran orang banyak yang dituangkan di atas kertas berwujud gambar. Desain ini mudah dibaca atau di pahami maksud dan pengertiannya oleh orang lain sehingga mudah diwujudkan ke bentuk benda yang sebenarnya.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa desain merupakan bentuk rumusan dari suatu proses pemikiran, pertimbangan dan perhitungan dari desainer yang dituangkan dalam wujud gambar.
Gambar tersebut merupakan pengalihan gagasan atau pola pikir konkret dari perancang kepada orang lain. Setiap busana adalah hasil pengungkapan dari sebuah proses desain.

Definisi Desain Busana

Pada dasarnya desain merupakan pola rancangan yang menjadi dasar pembuatan suatu benda. Desain merupakan langkah awal sebelum memulai membuat suatu benda, seperti baju, furniture, bangunan, dll. Pada saat pembuatan desain biasanya mulai memasukkan unsur berbagai pertimbangan, perhitungan, cita rasa, dll. Sehingga bisa dibilang bahwa sebuah desain merupakan bentuk perumusan dari berbagai unsur termasuk berbagai macam pertimbangan di dalamnya


Berikut ini adalah definisi desain busana :

# Rezi sepsilia elvera
Desain Busana adalah Rancangan atau langkah awal untuk menentukan busana yang akan di buat.


Berikut ini adalah pengertian dan definisi desain:
 
# COIRUL AMIN
Desain adalah kerangka bentuk, rancangan, motif, pola, corak
 
# KEN HURTS
Desain adalah proses iteratif yang melibatkan banyak aktivitas tinjauan ke belakang dan pararel
 
# DEDI NURHADIAT
Desain adalah perencanaan untuk mewujudkan suatu gagasan
 
# WIDAGDO
Desain berkaitan dengan nilai-nilai kontekstual yang menyuarakan kebudayaan
 
# DUDY WIYANCOKO
Desain adalah segala hal yang berhubungan dengan pembuatan konsep, analisis data, project planning, drawing/rendering, cost calculation, prototyping, frame testing, dan test riding
 
# ANDYA PRIMANDA
Desain adalah upaya untuk menemukan titik tengah dari segala macam masukan yang seringkali berseberangan
 
#SOEKARNO & LANAWATI BASUKI
Desain adalah pola rancangan yang menjadi dasar pembuatan suatu benda, seperti busana
 
# JANNER SIMARMATA
Desain adalah bagaimana aplikasi yang dirancang menjadi sesuai dengan kebutuhan

Kreasi Dalam Bisnis Sketsa Baju



Baju atau gaya busana akan mencerminkan siap diri Anda sesungguhnya. Meski tentunya tak wajib mengenakan busana dari bahan mahal dan mewah. Namun memakai baju dgn selera yg benar dan tetap elegan. Tentu akan menunjukkan citra diri positif Anda di depan orang-orang.

Sketsa Desain baju


Ingin punya baju baru tapi nggak mau modelnya sama dgn orang lain? Kenapa nggak bikin sendiri sketsa desain baju yg Anda mau. Meski mungkin Anda tidak bisa memotong bahan dan menjahitnya sendiri. Anda bisa meminta tolong pada penjahit terdekat yg dikenal.

Anda bisa mencari inspirasi dari mall,majalah fashion namun daripada terkesan pasaran dan lebih punya style ala Anda sendiri. Mungkin memang sebaiknya Anda membuat sendiri sketsa desain baju yg diinginkan. Setelah sketsa jadi tinggal jalan ke tukang jahit dgn membawa bahan dan sketsa desain baju yg sudah jadi tadi.

Cara Membuat Sketsa

JIka Anda mau melakukan sesuatu, nggak ada yg sulit kok. jangan takut menggambar sketsa, karena berikut ini ada tips membuat sketsa desain baju sendiri. Ada 5 poin penting  yg wajib diperhatikan dalam membuat sketsa desain baju:

1. Tekstur kain. Anda wajib cermati apakah sifat dari permukaan kain bahan yg akan diwarnai sketsanya. Apakah tebal, tipis, halus, kasar atau licin. Karena mewarnai sketsa bahan yg tebal dan bahan yg tipis akan berbeda, demikian juga dgn bahan yg kasar atau yg halus.

2. Motif kain. Perhatikan motif kain bahan dan ukurannya. Karena nanti akan berpengaruh pada hasil akhir. Saat baju sudah selesai dijahit.

3. Lekuk tubuh, pada utkan tubuh Anda yg menonjol, saat mewarnai sketsa buat dgn warna yg agak terang. Utk utkan tubuh yg datar warnai  dgn warna sebenarnya dan utk  utkan tubuh yg cekung, berilah warna gelap.
      
 4. Jatuhnya busana, bedakan antara bahan baju yg jatuh dan yg kaku, karena pada bahan yg jatuh akan terlihat baju akan bergelombang bila dipakai.

 5. Cahaya, perhatikan bahwa  setiap utkan yg terkena cahaya pasti kelihatan terang sementara yg tidak akan terlihat gelap. Jadi saat mewarnai sketsa jangan lupakan hal ini. Namun sistem pencahayaan atau arah cahaya dalam mewarnai sketsa ini terserah  pada selera atau keinginan kita masing-masing.

Dalam  pewarnaannya, gambar sketsa busana ini bisa diwarnai dgn teknik pewarnaan  secara kering. Yaitu tanpa menggunakan air tapi menggunakan alat pewarna seperti: pensil warna, pastel, krayon, spidol,dll.

RAGAM POLA DASAR DESAIN BUSANA


RAGAM POLA DASAR DESAIN BUSANA

Secara umum desain dapat dibagi 2 yaitu desain struktur (structural design) dan desain hiasan (decorative design).

1. Desain Struktur (Struktural Design)
Desain struktur pada busana disebut juga dengan siluet busana (silhoutte). Siluet adalah garis luar dari suatu pakaian, tampa bagian-bagian atau detail seperti lipit, kerut, kelim, kup dan lain-lain. Namun jika detail ini ditemukan pada desain struktur fungsinya hanyalah sebagai pelengkap. Berdasarkan garis-garis yang dipergunakan, siluet dapat dibedakan atas beberapa bagian yang ditunjukkan dalam bentuk huruf.

Dalam bidang busana dikenal beberapa siluet yaitu : 
a. Siluet A
 Merupakan pakaian yang mempunyai model bagian atas kecil, dan bagian bawah
besar. Bisa juga tidak mempunyai lengan.
 
b. Siluet Y
 Merupakan model pakaian dengan model bagian atas lebar tetapi bagian bawah
atau rok mengecil.
 
c. Siluet I
 Merupakan pakaian yang mempunyai model bagian atas besar atau lebar, bagian
badan atau tengah lurus dan bagian bawah atau rok besar.
 
d. Siluet S
 Merupakan pakaian yang mempunyai model dengan bagian atas besar , bagian
pinggang kecil dan bagian bawah atau rok besar.
 
e. Siluet T
 Merupakan pakaian yang mempunyai desain garis leher kecil, ukuran lengan
panjang dan bagian bawah atau rok kecil.
 
f. Siluet L
 Merupakan bentuk pakaian variasi dari berbagai siluet, dapat diberikan tambahan
dibagian belakang dengan bentuk yang panjang/drapery. Bentuk ini biasanya terlihat pada
pakaian pengantin barat.


2. Desain Hiasan (Decorative Design)
Desain hiasan pada busana mempunyai tujuan untuk menambah keindahan desain struktur atau siluet. Desain hiasan dapat berupa krah, saku, renda, sulaman, kancing hias, bis dan lain-lain.
Desain hiasan harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut yaitu :
a. Hiasan harus dipergunakan secara terbatas atau tidak berlebihan.
b. Letak hiasan harus disesuaikan dengan bentuk strukturnya.
c. Cukup ruang untuk latar belakang, yang memberikan efek kesederhanaan dan keindahan 
terhadap desain tersebut.
d. Bentuk latar belakang harus dipelajari secara teliti dan sama indahnya dengan penempatan
pola-pola pada benda tersebut.
e. Hiasan harus cocok dengan bahan desain strukturnya dan sesuai dengan cara
pemeliharaannya